Impian keliling dunia

Kel Besar Tintin Saya dan mungkin anda juga serta kebanyakan orang, menjadikan Tintin sebagai tokoh komik kesukaan. Benar sekali Tintin yang jadi headshootnya dipajang di blog saya ini adalah tokoh rekaan komik yang diciptakan oleh Hergé, pseudonim atau nama lain dari seorang komikus asal Belgia bernama Georges Remi. Tintin (secara harafiah: “si Jambul”) adalah seorang reporter. Pada setiap episode cerita Tintin selalu temani sahabatnya kecilnya yaitu seekor anjing bernama Snowy (Milou).

Selain itu ia mempunyai sahabat lain seorang pelaut yang bertemperamental dan suka minum minuam alkohol tapi mempunyai sifat yang baik hati yaitu Kapten HaddockCapitaine Archibald Haddock. Tokoh lainnya adalah Profesor Cuthbert CalculusProfesseur Tryphon Tournesol yang bermasalah dengan pendengarannya sehingga acap sikapnya menimbulkan kelucuan, serta jangan lupa si kocak kembar Thomson dan ThompsonDupont et Dupond yang selalu hadir melengkapi kelucuan-kelucuan cerita petualangan Tintin. Boleh dibilang setiap petualangan Tintin hampir selalu berada di mana-mana dan menyentuh semua penjuru dunia. Berbagai episode petualang seru Tintin bsudahbanyak kita kenal dari mulai saat mencari harta karun di cerita Harta Karun Rackham Merah (Le Trésor de Rackam le Rouge) (1943–1944). Selain “berman” dilaut Tintinpun pernah berkelana hingga ke luar angkasa seperti pada episode Ekspedisi ke Bulan (Objectif Lune) (1950–1953) dan Penjelajahan di Bulan (On a marché sur la Lune) (1950–1954).

Selain itu di daerah Britania Raya tepatnya Skotlandia, Tintin berhasil meringkus komplotan pemalsu uang Rahasia Pulau Hitam (L’Ile noire) (1937–1938).Sementara guna menyelamatan sahabat dekatnya Tintin harus berjuang hingga menerjang badai di puncak dunia Tintin di Tibet (Tintin au Tibet) (1960).

Nah cerita-cerita perjalanan Tintin tentu saja begitu beragam. Untuk seorang wartawan muda Tintin rasanya sangat beruntung bisa berjalan-jalan keliling dunia. Cerita-cerita ke pelbagai belahan dunia itulah yang membuat saya tertarik untuk bisa mengikuti jejaknya. Tintin hampir mengarungi semua tempat benua di dunia ini, tercatat belasan negara baik yang disebut langsung dalam komiknya maupun tidak langsung serta beberapa negara fiktif rekaan Herge seperti Khemed Negeri Emas Hitam (Tintin au pays de l’or noir) (1948–1950 3). San Theodoros dan Sao Rico Patung Kuping Belah (L’Oreille cassée) (1935–1937), Syldavia dan Borduria Tongkat Raja Ottokar (Le Sceptre d’Ottokar) (1938–1939).

Dibenua Amerika Tintin berpetualang dengan para geng mafia yang saat itu menguasai kehidupan di kota Chicago Tintin di Amerika (Tintin en Amérique) (1931–1932). Keindahan alam Inggris Raya diceritakan di episode Rahasia Pulau Hitam (L’Ile noire) (1937–1938) . Di timur tengah, disinilah awal pertemuannya dengan kapten Haddock Tintin yaitu dalam cerita Hiu-Hiu Laut Merah (Coke en stock) (1958).

Masih di daerah jazirah Arab Tintin bertempur dengan musuh-musuhnya di padang pasir dalam episode Negeri Emas Hitam (Tintin au pays de l’or noir) (1948–1950 3) – . Di Asia Timur, Tintin berkelana mulai dari India Lotus Biru (Le Lotus bleu) (1934–1935). Nepal hingga Tibet Tintin (Tintin di Tibet) hingga daerah perairan sekitar Indonesia dan Australia. malah pada episode Penerbangan 714 (Vol 714 pour Sydney) (1968), diceritakan Tintin, Snowy, kapten Haddock serta Prof Calculus mampir di Jakarta.

Nah apa hubungannya saya dengan Tintin, walau dari nama sama-sama ada pengulangan, tapi tentu saja beda. Lagi pula saya tidak berjambul ;p dan saya bukan wartawan. Yang pasti cerita Tintin sedikit banyak menginpirasi saya untuk ingin melakukan hal yang dilakuakn oleh Tintin yaitu jalan-jalan keliling dunia.

Cerita Tintin di Tibet pertama kali saya baca, dan tentu saja membuat saya jatuh cinta dengan tokoh ini. Kisahnya yang humanis kala berusaha menyelamatkan sahabatnya yang dikenal (episode perkenalan Tintin dengan seorang anak China bernama Chang di cerita Tintin dan Lotus Biru) membuat saya kagum atas keberanian dan sifat baik yang dimiliki Tintin.

Tintin di Tibet (Tintin au Tibet) (1960) tentang bagaimana ketika Tintin yang sedang berlibur di Nepal mendengar kabar hilangnya seorang sahabatnya bernama Chang di daerah pegunungan himalaya persisnya di Tibet. Chang sendiri adalah anak yang dianggap sebagai saudara angkat dalam kisah Lotus Biru. Digambarkan disitu dalam gambar-gambar yang apik dan bersih, suasana alam pegunungan himalaya.

Dibeberapa halaman diperlihatkan beberapa gambar para pendeta (monk) serta sebuah biara (monastery) dikaki peguningan serta kehidupan orang-orang di tempat yang konon tertinggi di dunia (roof of the world). chuchubi.jpgDigambarkan pula tokoh binatang fiktif bernama Yeti yang mengambil atau membawa Chang dari reruntuhan pesawat yang jatuh. Goresan tangan yang tergurat serta cerita tentang Tibet membuat saya terobsesi selama bertahun-tahun untuk bisa mengunjungi tempat yang digambarkan oleh Herge sang komikus.Tentu saja impian melihat pegunungan Himalaya dariu dekat ntah kapan bisa terwujud.

Dari pengambaran cerita yang di karang Herge, pergi ke Tibet adalah perjalanan panjang yang harus dijalani dengan berat dan tentunya dengan persiapan yang matang serta dana yang besar untuk bisa pergi kesana.

Mimpi adalah impian, cita-cita itu terus dipupuk, obsesi mengunjungi Tibet dan bisa keliling dunia mengunjungi berbagai tempat selalu saya pegang. Banyak buku tentang travelling saya beli,dikumpulkan dan dibaca banyak. Acara televisi yang berbau jalan-jalan atau travelling selalu saya nantikan. Bekerja mencari uangpun selalu dibayangi-bayangi dengan obsesi jika bisa mengumpulkan uang dan menabung dengan disiplin maka cit-cita untuk pergi ketempat tempat tersebut bisa terwujud.

Kini belasan tahun, sejak pertama kali membaca episode petualang Tintin di Tibet, sudah banyak tempat yang akhirnya terwujud atas impian saya selama masa kecil. Motivasi yang besar keinginan yang terus tertanam dan dipupuk membuat saya akhirnya bisa mewujudkan jalan-jalan ke berbagai tempat. Walaupun skalanya masih kecil yaitu dalam area di Asia Tenggara serta China, ada kebanggan dan rasa syukur karena saya bisa berhasil dan berangkat mengunjungi Tibet!!

Tentu saja senang rasanya melihat tempat yang digambarkan oleh Herge secara indah itu, dari berbagai sumber Herge sendiri konon tidak pernah datang atau mengunjungi Tibet secara nyata. Ntahlah, bagi saya Herge dengan Tintinya begitu real bahwa tokoh komik tersebut sebenarnya benar-benar nyata mengunjungi Tibet dan tempat-tempat sebagaimana diceritakan di komik-komiknya.

Sekarang, untuk berbagi cerita, berbagi informasi, saya buat situs ini atas rasa syukur saya bisa berjalan-jalan keliling bagi anda atau siapa saja ingin punya keinginan sama bisa pergi ketempat tempat seperti yang Tintin lakukan.

Bandung 21 Januari 2008

%d blogger menyukai ini: