Istilah backpacker…

Dari wikipedia :

Dunia parawisata mengenal banyak istilah untuk pelaku wisata baik dari jenis wisata maupun dari segi jumlah wisatawan. Istilah Backpaking atau backpacker sebagai subjek adalah istilah umum yang diberikan pada wisatawan yang berpergian dengan menggunakan Back pack , tas yang di gendong di punggung atau Ransel. Turis backpacker umumnya mempunyai ciri-ciri yang membedakan turis jenis ini dengan turis lainnya.
Salah satu nya adalah backpaker umumnya didominasi oleh kaum muda dengan mobilitas yang tinggi yaitu sering berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, dari suatu daerah ke daerah lain. Karena kebiasaan berpindah-pindah ini maka rasel menjadi pilihan yang sangat praktis. Selain itu Backpacker juga selalu menggunakan hotel atau penginapan yang sederhana dan mereka berwisata ke suatu tempat umumnya tanpa menggunakan jasa Travel Agent atau biro perjalan wisata.

Hal ini sangat berbeda dengan wisatawan jenis Beach Holiday atau Bade Urlaub (bahasa Jerman). Mereka umumnya menginap di suatu hotel berkelas dengan sehari-hari menghabiskan waktu untuk berjemur dan bepergian di sekitar wilayah tersebut tanpa berpindah hotel. Wisatawan jenis ini umumnya menggunakan jasa Travel Agent Overseas atau travel agent lokal.

Ciri khas lainnya, kaum back paker ini jarang sekali datang berkelompok atau dalam sebuah group. Sehingga bila dibedakan dari jenisnya turis ransel masuk dalam kelompok individual tour (FIT) bukan Group Tour (GIT). Sedangkan bila di dilihat dari karakter berwisatanya turis ransel bukan termasuk beach holiday maupun special interest tour, yaitu lebih mirip Round trip (dalam satu pulau) atau overland tour (lintas pulau). Artinya selalu berpindah seperti tour roundtrip/overland tetapi tidak menyenangi satu object tertentu.

Kelompok wisatawan yang tergolong special interest yaitu yang tertarik dan focus hanya pada hal tertentu, misalnya lokomotif tua, gunung api, candi, peninggalan sejarah, jenis pohon dan hewan tertentu. Special interest lebih bersifat ilmiah, hobby atau penelitian. Sedangkan untuk wisatawan roundtrip juga overland tour, program dan akomodasi sudah di atur oleh overseas agent atau lokal agent setempat.

%d blogger menyukai ini: