Cerita dari Mumbai – Dabbawala

Keunikan Dabbawala di antara megahnya Gateway of India dan Hotel Taj Mahal Mumbai

Oleh : artson

Tulisan ini sudah di muat di harian koran tempo, untuk versi koran ada edit dan penambahan foto selamat menikmati

Tidak menyangka bahwa liburan ke Mumbai India untuk melihat kota ini, saya menemukan sesuatu pekerjaan yang unik dan mungkin satu-satunya di dunia yaitu jasa pengantar makan siang atau disebut dabbawala.

Berbeda dengan kota lainnya di India seperti New Delhi, Agra, Jaipur, Varanasi bahkan Kalkuta, di Mumbai tidak begitu banyak ditemukan objek wisata yang menggagumkan seperti Taj Mahal dan Baby Taj di Agra, Kutub Minar dan Red Ford di Delhi serta Jantar Mantar dan Hawa Mahal di Jaipur.

Di Mumbai beberapa objek wisata yang menarik dan menjadi destinasi pelancong diantaranya adalah Gateway of India, hotel Taj Mahal yang terkenal dengan kemegahannya, Elephanta Caves dimana terdapat gua dengan pilar dan patung yang dipahat, setasiun kereta api Chhatrapati Shivaji Terminus yang mempunyai ciri khas bangunan bergaya Victoria dan tentu saja Mumbai dengan industri filmnya yang terkenal yaitu Bollywood.

Bagi pelancong tempat yang wajib dikunjungi adalah Gateway of India, berlokasi di daerah Waterfront Apollo Bunder di Utara Mumbai, bangunan ini mempunyai ketinggian sekitar 26 meter. Arsitekturnya dirancang dengan mengikuti gaya perpaduan antara Hindu dan Islam. Adapun model bangunannya mengikuti seni arsitektur Islam sementara dekorasinya merupakan perpaduan gaya khas Hindu. Bentuknya persegi empat dengan ada ruang kosong ditengah bangunan ini, dimana ada jalur untuk masuk dan keluar, mengingatkan bentuk bangunan terkenal monumen Arc de Triomphe di kota Paris, Perancis.

Bangunan ini di buat guna menghormati atas kunjungan raja Inggris saat itu yaitu Raja George V beserta Ratu Mary pada tahun 1911. Gateway of India ini sendiri mengalami beberapa perbaikan dan perluasan tempat antara tahun 1914 hingga 1919 dan resmi dibuka pada tanggal 4 Desemeber 1924. Pada satu kesempatan India merdeka saat Inggris melepaskan kekuasannya dilakukan acara seremonial dimana pasukan tentara Inggris melewati bangunan ini pada 28 Februari 1948.

Hingga kini, tempat ini menjadi sangat populer, setiap hari ratusan pengunjung baik turis lokal atau dari mancanegara berdatangan untuk sekedar berfoto, bersantai hingga mengadakan piknik disekitar area bangunan. Dibeberapa kesempatan, tempat ini sering digunakan untuk acara kenegaraan atau perayaan nasional India.

Tak jauh dari bangunan Gateway of India ada sebuah banguanan terkenal lainnya yaitu hotel Taj Mahal yang dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 1903. Hotel bintang 5 dengan ciri arsitektur yang khas ini merupakan salah satu hotel bintang 5 yang sering di inapi tamu orang penting dan terkenal mulai dari grup musik asal Inggris The Beatles, istri dari mantan preseiden Amerika Kennedy yaitu Jacqueline Kennedy Onassis, bintang film Roger Moore, Joan Collins, vokalis grup musik The Rolling Stone, Mick Jagger hingga terakhir Presiden Amerika Barack Obama.

Tahun 2008, hotel ini sempat menjadi pemberitaan dunia ketika mendapat serangan teroris yang melakukan penyanderaan terhadap tamu hotel. Setelah itu para teoris dikepung tentara nasional India dan perlawanan mereka berakhir dengan sebagian teroris tewas, serta167 orang tewas terdiri dari tamu dan staf hotel dalam kejadian tersebut.

Gateway of India memang menarik, begitu juga hotel Taj Mahal, tetapi ada yang unik dalam melihat kehidupan sehari-hari masyarakat di Mumbai yaitu dengan keberadaan Dabbawala. Dabbawala atau sering juga ditulis dabbawalla dan dabbawallah, adalah gabungan dua kata yaitu “dabba” merujuk pada istilah tempat (box) berupa tempat makan terbuat dari aluminium yang kalau di Indonesia seperti rantang makanan. Sementara “walla” adalah orang yang mengurusi tempat makan ini. Dabbawala dalam harfiah umum India bisa dikatakan sebagai orang yang bertugas mengirimkan rantang makan ini setiap harinya.

Sejarah dabbawala muncul ketika India dan Pakistan berada di bawah kolonial Inggris pada puluhan tahun yang lalu. Banyak orang Inggris yang menjadi pejabat pemerintahan atau penguasa di India saat itu lidahnya kurang cocok dengan makanan lokal yang kaya dengan rempah-rempah. Kemudian dimulailah budaya makan siang dengan masakan yang asli buatan rumah dan dipersiapkan langsung oleh keluarga orang-orang Inggris tersebut.

Yang jadi masalah adalah bagaimana cara mengirimkan makanan tersebut dari rumah menuju kantor atau tempat orang-orang Inggris tersebut berada. Timbullah ide untuk menyimpan makanan dalam wadah yang aman dan kuat serta bisa menjaga kesegaran masakan. Dipilihlah rantang yang terbuat dari aluminium guna menyimpan dan menjaga agar makanan tersebut tetap hangat atau segar.

Seiring waktu setelah Inggris melepaskan diri kekuasaannya terhadap India, kebiasaan makan siang yang dibuat dari rumah terus berlanjut kepada orang-orang India di Mumbai. Orang yang dituju bukan lagi pegawai pemerintahan saja, tapi makan siang buatan rumah juga pengirimannya meluas kepada anak-anak sekolah. Lebih jauh lagi isi makanan atau masakan bukan lagi buatan orang di rumah tapi bisa jadi pesanan melali rumah makan atau restauran.

Yang luar biasa dan uniknya, kebiasaan pengiriman makanan ini menjadi perhatian utama beberapa chanel TV besar seperi BBC, National Geographic, NHK Jepang dan banyak lagi. Dari beberapa sumber berita yang didapat penulis, konsep dabbawala ini menjadi bisnis yang melibatkan lebih dari 5.000 pengirim makanan (walla) setiap harinya, dan makanan yang terkirim bisa mencapai sebesar 175.000 hingga 200.000 rantang makan!

Sistem pengambilan dan pengiriman rantang makan ini sangat unik, tentu saja dengan jumlah rantang makan yang begitu banyaknya timbul pertanyaan bagaimana sistem pengirimannya dan kendala apa saja yang bisa terjadi mengingat, jangkauan pengiriman bisa mencapai hingga 50-70 km. Mengingat kebiasaan ini sudah berlangsung lama, kini dengan jumlah orang yang terlibat dalam jasa ini serta orang yang membutuhkan sangat banyak maka dibentuk organisasi yang menaungi pekerjaan mereka. Berdasarkan sumber laman dari organisasi ini ternyata tingkat keterlambatan dan kesalahan dalam mengirim ternyata nol persen!

Lalu bagaimana cara menentukan rantang makanan supaya tidak tertukar atau salah kirim? Disinikah uniknya, setiap rantang makanan di atasnya ada kode tertentu yang mengarah kepada pemilik atau orang yang dituju. Cukup sederhana saja,  kode ditulis menggunakan spidol dan dituliskan pada setiap rantang. Ada kode area, kode nomor kereta tujuan jika tujuannya jauh, kode gedung hingga kode lantai serta ruang orang yang akan dkirimi rantang makanan.

Pengambilan dan pengiriman dibagi tugas kepada para walla ini. Ada yang bertugas mengambil makanan dari rumah ke rumah, ada juga yang menunggu rantang-rantang tersebut dan kemudian dikumpulkan di suatu area untuk kemudian disebar.

Area yang menjadi tempat strategis tempat mengumpulkan rantang makanan ini adalah stasiun kereta Churchgate yang terletak di utara Mumbai. Karena kantung pemukiman penduduk banyak berada disini. Menjelang makan siang di sini sudah berkumpul ratusan walla lainnya yang bertugas mengantar rantang ke berbagai macam penjuru daerah di Mumbai.

Untuk jarak dekat bisa hanya berjalan kaki, menggunakan sepeda atau bajaj, sementara untuk jarak jauh hingga puluhan kilo digunakan kereta Suburb Metro. Dan setiap hari pada jam-jam tertentu banyak pelacong asing sudah menunggu keberadaan mereka di sekitar setasiun kereta Churchgate.

Begitu rapihnya manajemen dalam penerimaan dan pengiriman rantang makanan, tidak lebih dari 10 menit ratusan Walla bergerak cepat menerima ribuan rantang dari petugas yang datang dan masing-masing langsung dibawa pergi menggunakan berbagai moda.

Sepintas mungkin suatu hal yang biasa saja orang mengantar makanan tetapi jika melihat sejarah kebelakang, orang yang terlibat didalam bisnis ini, ketepatan waktu dan tidak pernah ada kejadian salah kirim serta jumlah rantang makanan yang berputar dalam satu hari sungguh menjadi hal yang fantastis dan mungkin satu-satunya di dunia.

Satu lagi yang menjadi semakin unik adalah seorang walla dapat di ketahui dari seragam baju dan celana katun berwarna putih serta topi khas yang dikenakan adalah topi khas yang dahulu suka di pakai oleh Mahatma Gandhi (Gandhi Cap) dan terakhir, untuk menghormati para pekerja dan tradisi ini setiap tahunnya diadakan festival dabbawala dimana ribuan orang berpawai dengan rangkaian acara memamerkan patung rantang makanan dan walla raksasa, luar biasa bukan!

8 Tanggapan to “Cerita dari Mumbai – Dabbawala”

  1. alifah_mj Says:

    hoaa,,sekilas sebenarnya hal yang sederhana yaa,,ngasi bekal buat di makan di kantor atau di sekolah,,tapi kalo banyak bgt,,jadi bisnis yang bagus yaa,,
    nice info,,🙂
    happy travelling yaa,,

  2. Cerita yang bagus. Hoo. Jadi tau.

  3. Unik dan menarik, Son! Reportase yang tajam dan memikat! Mantap pisan euy!

  4. Menarik dan Unik. Hal yang patut diancungi jempol mengenai ketepatan waktu dan manajemen pengiriman makanan

  5. kalo backpack, angkutan umum yg biasa digunakan apa ya? jarak bandara ke tempat wisata jauh gak?

  6. This liquid can be purchased through stores in which the Bills 5-8
    could but exhibit on TV, the Atlanta 1 on Saturday. In fact, online football
    manager issue as many as possible over time. There are around 2,750,0000 empty flats around the theme of the movement.

  7. Aplly Visa ke mumbai ribet gak om? Brp harganya?

  8. Salam kenel buat Kang Ocon,, blog na menarik banget dan usefull ,,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: