Bebas Fiskal Tidak Harus Tunggu Sampai 2011

Jakarta – Fasilitas pembebasan bea fiskal hanya bagi pemilik nomor pokok wajib pajak atau NPWP hanya berlaku dua tahun, yakni 1 Januari 2009-31 Desember 2010. Pada 1 Januari 2011 bebas fiskal berlaku buat semua warga negara Indonesia, baik yang memiliki NPWP maupun yang tidak.

Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Djoko Slamet Surjoputro di Jakarta, Jumat (1/1).

”Tahun 2010 adalah tahun terakhir pembebanan bea fiskal bagi penumpang yang ingin keluar negeri. Pada 1 Januari 2011 semua bebas fiskal,” ujarnya.

Mulai 1 Januari 2009 bagi masyarakat yang tak punya NPWP bila bepergian ke luar negeri dikenai bea fiskal Rp 2,5 juta per orang per perjalanan. Sebelumnya hanya Rp 1 juta per orang.

Dirjen Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution menuturkan, penerimaan negara dari bea fiskal akan turun drastis. Selain karena membebaskan fiskal bagi pemilik NPWP, juga karena tetap diberlakukannya pengkreditan bea fiskal dalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Pajak Penghasilan (SPT PPh). ”Tahun 2009, kami perkirakan penerimaan negara dari bea fiskal luar negeri akan mendekati nol,” ujar Darmin.

Jumlah pemilik NPWP saat ini 10 juta orang. Diperkirakan masih sekitar 12,5 juta kepala keluarga yang memenuhi syarat untuk membayar pajak, tetapi belum memiliki NPWP.

Fasilitas bebas fiskal saat ini diberikan kepada tiga kelompok. Yakni, kelompok yang dibebaskan langsung, pemilik NPWP, dan kelompok bebas fiskal dengan Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negeri (SKBFLN)

Kelompok yang mendapat bebas fiskal langsung yaitu yang berusia di bawah 21 tahun, orang asing yang tidak bertempat tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam setahun, pejabat dan keluarga perwakilan diplomat asing serta organisasi internasional, jemaah haji, tenaga kerja Indonesia, orang pribadi yang melakukan perjalanan dinas.

Adapun kelompok yang menyertakan SKBFLN: mahasiswa asing di Indonesia, orang asing yang melakukan penelitian, ikut program kerja sama teknik atas persetujuan Sekneg, anggota misi keagamaan, penyandang cacat atau orang sakit yang berobat ke luar negeri, anggota misi kesenian, kebudayaan, dan olahraga yang mewakili Indonesia. (OIN)

Sumber : Harian Kompas
Tanggal: 03 Januari 2009

sumber lain

Bebas Fiskal Tidak Harus Tunggu Sampai 2011

YOGYAKARTA–MI: Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sri Adiningsih menyatakan pemerintah tidak perlu menunggu hingga 2011 untuk memberikan bebas bea fiskal secara menyeluruh.

“Kebijakan bea fiskal itu tidak lazim karena di negara lain juga tidak diterapkan, sehingga saya rasa pembebasan bea fiskal secara menyeluruh harus segera dilakukan,” kata Adiningsih, di Yogyakarta, Sabtu (3/1).

Sebelumnya pemerintah menyatakan fasilitas pembebasan bea fiskal bagi pemilik nomor pokok wajib pajak (NPWP) hanya berlaku dua tahun, yaitu 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010 dan pemerintah akan memberlakukan bebas fiskal secara menyeluruh pada 1 Januari 2011, baik yang memiliki NPWP atau tidak.

Menurut dia, pembebanan bea fiskal tidak akan memberikan keuntungan yang besar bagi Indonesia, tetapi justru bisa merugikan Indonesia di tengah arus liberalisasi ekonomi sehingga mobilisasi orang keluar masuk Indonesia pun cukup tinggi, termasuk dari sektor pariwisata. Lengkapnya di sini

9 Tanggapan to “Bebas Fiskal Tidak Harus Tunggu Sampai 2011”

  1. Alhamdulillah
    lagian aneh! Negara laen mah ga ada fiskal. Pantesan Org2 bule ga pd bingung kalo d tny ttg fiskal. Org d negara ny ga ada.
    Setuju! Gag usah nunggu smp 2011 untk pembebasan fiskal!
    LEBIH CEPAT LEBIH BAIK!

  2. *maksud nya pd bingung!!
    Salah ngetik!
    Hehe.

  3. bagus dehhh🙂
    lebih bagus lagi kalo bebas visa ke mana2. orang indo mobilitasnya sangat terbatas, ribet visa, sering dicurigai pula… that’s why anggun c. sasmi ganti paspor.

  4. good news..jadi nggak ribet mikirin fiskal kalo mo jalan2 ke luar negri…

  5. puji TUHAN akhirnya sadar jg.syukur de…asal jgn sampe di cancel lg aja pebebasan fiskal nya

  6. klw thn 2011 bebas fiskal, katanya biaya u bikin paspor akan naik 4x lipat apa bener tuh?????????

  7. Begitulah, negara kita ini tamak pajak, sampai kelobang kecil pun kena pajak. Gila pajak dan pajaknya habis dimakan oleh pejabat negara sendiri. Kalau ketahuan korupsi dan menjadi tersangka eh..malah tertawa masuk TV, kalau ga ketawa masuk TV ya sakitlah, kurang sehatlah mesti berobat ke luar negeri. Ah…..bosan!!
    Warteg kena pajak, Usaha kecil kena pajak nanti bisa-bisa buang air besar di rumah sendiri pun kena pajak. Pajak jalan pembangunan ga ada khususnya bagi daerah.
    KAlau mau memungt pajak hendaknya pemerintah ga usah bikin format yang memusingkan pengisinya, cukup buat saja kategorinya dan berapa besar pajaknya. Misalnya PT berapa CV berapa, PD berapa Firma berapa Koperasi berapa. Lantas walaupun PT misalnya dibuat lagi klasifikasinya golongan apa PT nya itu Golongan A kah, B kah C kah atau D bahkan sampai seterusnya supaya semua jadi enak.
    Tidak ada pengusaha ga mau bayar pajak, cuman ngisinya memusingkan, cukup dengan kategori dan golongan saja sudah beres, pasti smeua mau bayar.
    Misalnya Kategori PT, pajaknya Golongan E, besaran pajak pertahunnya 1 juta, atau Kategori CV pajaknya golongan B besarannya 500.000 misalnya, sehingga jelas, setiap tahun negara memperoleh pajak tanpa memusingkan para pengusahanya.
    Pembayaran langsung ke bank supaya tidak ada korupsi di KPP. Dengan cara ini pasti semua orang mau bayar pajak.
    YAng buat orang emoh bayar pajak ya itu lihat formulirnya yang banyak isian dan tetk bengeknya. Belum membayar saja sudah dibuat pusing.
    Saya rasa itu disengaja supaya ada jasa konsultan KPP di perusahaan supaya mereka dapat duit juga. Wah…ini sih bukan cari solusi tapi cari masalah, pantes negara tidak maju-maju.

  8. Untuk Shinta,apa yang anda katakan itu benar, benar-benar keterlaluan maksudnya.

  9. boleh donk mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: