Balada Backpacker (bag 2)

Balada “Backpacker” Kalangan Muda

INGIN jalan-jalan dengan ongkos miring? Jadi backpacker adalah jawaban yang tepat. Apalagi bagi anak muda yang pas-pasan, namun ingin berpetualang melihat dunia yang luas. Selain akan menghemat dana, bisa jadi jauh lebih menarik, sebab penuh dengan pengalaman seru dan manfaat tidak sedikit.

Rasanya hampir semua orang punya mimpi bisa jalan-jalan keliling dunia. Kalau kawan-kawan Kampus pernah membaca komik Tintin atau menonton film “Around The World in 80 Days”, boleh jadi pernah terbit rasa iri di hati atas petualangan menarik menjelajahi dunia yang dialami tokohnya. Masalahnya, bagi sebagian orang, keinginan keliling dunia mungkin hanya tetap jadi mimpi indah peneman tidur. Bukan apa-apa. Untuk melakukannya, butuh dukungan materi yang tidak sedikit.

Namun, jangan sedih atau putus asa dulu. Ibarat kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk bisa jalan-jalan dengan biaya murah. Simak saja pengalaman Marina Silvia Kusumawardhani, lulusan Teknik Industri ITB 2001, yang sukses melancong sendirian tahun 2006 ke 13 negara dan 45 kota di Eropa selama 6 bulan, hanya dengan dana kurang dari 1.000 dolar AS. Sebenarnya tidak tepat 1.000 dolar, karena itu belum termasuk biaya pesawat, visa, dsb., toh jumlah uang tersebut tetap termasuk kategori irit.

Ia menuangkan pengalaman itu dalam bukunya berjudul “Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar”, yang kini sudah naik cetak keempat. “1.000 dolar itu sebenarnya termasuk mahal dan sama oleh-oleh. Pas kenalan backpacker lain, ternyata banyak yang lebih gila murah biayanya,” kata Marina kepada Kampus.

Orang-orang mungkin bertanya, kok bisa? Internet yang menjadi kuncinya. Marina memanfaatkan Hospitality Club (www.hospitalityclub.org), jaringan pertemanan dunia maya khusus bagi traveler atau backpacker. Situs itu mirip Friendster atau Facebook. Setiap orang memiliki profil yang tujuannya agar bisa saling terhubung dan mengunjungi satu sama lainnya. Walhasil, biaya hidup Marina selama di Eropa bisa ditekan.

Marina bisa memilih penduduk asli yang akan menjadi calon tuan rumah (host), sesuai ketertarikannya. Dikisahkan Marina, untuk mengenal sang host, ia mengandalkan profil, foto, dan testimoni sesama anggota, yang dipajang dalam situs tersebut. Awalnya, perempuan berjilbab ini mengaku deg-degan. “Sempat waswas juga karena saya Muslim dan memakai jilbab ke Eropa. Tetapi, ternyata 90 % e-mail saya dijawab iya oleh mereka, jadi allhamdulillah tidak ada istilah rasisme. Saya juga bisa dikunjungi. Kalau ada yang mau ke Bandung, mereka bisa kontak saya,” ungkap Marina.

Marina memulai pengalaman menjadi traveler sejak tahun 2003 dengan melakukan perjalanan pertama ke India. Uniknya, ketika itu ia belum mengenal istilah backpacking. “Niat ke India bukan untuk backpacking-an, tapi memang ingin jalan-jalan, sebagai bagian dari pencarian jati diri dan spiritualitas, dan pemenuhan cita-cita sejak SMA. Pas pertama kali sampai bandara di India, saya bingung kenapa banyak bule yang pakai tas gunung? Oh ya ampun, ada istilah backpacking segala,” ucap Marina seraya tertawa. Gaya backpacker dipilihnya atas alasan kepraktisan dan penghematan. Setelah India, ia melakukan perjalanan kembali ke Thailand, sampai kemudian ke Eropa. “Ketiganya sama-sama pakai uang sendiri hasil nabung, rasanya lebih puas,” kata Marina yang ingin menempuh S-2 di Eropa.

**

BACKPACKER adalah istilah untuk menyebut traveler dengan budget minim demi misi menjelajahi tempat-tempat menarik di dunia. Tas punggung atau backpack menjadi ciri khas yang menemani mereka. Walau kini backpacker tidak melulu mengunakan tas ransel di punggung.

Apa asyiknya menjadi backpacker? Padahal, jika menggunakan jasa biro wisata, mungkin akan lebih praktis, sebab tahu beres soal akomodasi dan transportasi. Menurut Sonson N.S., selain menghemat budget, menjadi backpacker bisa jadi akan memetik pengalaman yang lebih kaya dan lebih intim sifatnya daripada memakai jasa biro wisata. Bagi penulis buku “Merencanakan Sendiri Jalan-jalan Keliling Dunia” ini, ada kepuasaan tersendiri saat merencanakan jalur, menentukan waktu, mengalkulasi biaya, hingga pandai-pandai mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi selama di perjalanan.

Para backpacker biasanya tidak peduli jika harus menaiki kendaraan umum yang penuk sesak dan tidak nyaman. Bukan masalah pula jika harus tidur di sembarang tempat, mulai dari pos gardu, bandara, stasiun, hingga emperan. “Selain cari hotel yang murah, saya juga suka tidur di dormitory yang sekamar berisi 6-8 orang. Saya juga sudah sering tidur di bandara,” ungkap Sonson, staf pengajar STISI yang sudah melakukan traveling ke beberapa negara di Asia dan hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Agar bisa travelling dan bertahan hidup dengan biaya murah, memang butuh siasat tersendiri. Menurut novelis Adithya Mulya, salah satu pos dana terbesar adalah transportasi dan penginapan. Adithya yang sudah mencicipi travelling keliling Maroko dan beberapa negara di Eropa, serta berdinas kerja di Pantai Gading dan Denmark ini, pun memberikan salah satu tips berhemat. “Kalau pergi, cobalah waktu malam hari. Jadi kita bisa tidur di kendaraan, hemat biaya penginapan,” kata Adithya, yang juga turut menulis dalam buku “Traveler’s Tale”.

Semakin hari, banyak orang dari berbagai kalangan menyukai gaya berwisata ala backpacker. Salah besar jika kawan-kawan Kampus masih mengidentikkan para backpacker sebagai turis kere. Kini, tak sedikit backpacker dari kalangan berduit yang merindukan kebebasan. Perlahan tapi pasti backpacking menjadi semacam gaya hidup. Di Indonesia, peminat backpacker semakin bermunculan. Itu bisa dilihat dari bertebarannya sejumlah buku, dan mailing list di internet bertemakan traveler atau backpacker, yang berisi member ribuan orang.

Namun demikian, ada perbedaan antara backpacker Indonesia dan luar negeri. Di mata Trinity, seorang backpacker asal Jakarta yang juga penulis buku laris “The Naked Traveler”, backpacker luar negeri biasanya lebih muda dari segi usia, dan lebih mandiri dalam hal keuangan alias tanpa bantuan dana dari orangtua. “Mereka lulus SMA, banyak yang keliling dunia. Meski kerja part-timer jadi waiter saja, gajinya bisa ditabung untuk travelling. Kalau anak muda di sini, kayaknya masih sibuk sendiri, jarang yang kepikiran begitu,” kata Trinity, yang juga ngeblog di http://www.naked traveler.blogspot.com.

Trinity pertama kali melakukan backpacking ke Eropa ketika masih kuliah, didanai uangnya sendiri hasil bekerja part-timer di restoran siap saji, hotel, menjaga pameran, hingga mengajar bahasa Indonesia untuk ekspatriat. Pokoknya, jika punya uang, alih-alih memenuhi hasrat membeli ini dan itu, Trinity lebih memilih jalan-jalan. “Buktinya sampai sekarang saya masih tinggal nebeng di rumah ortu, nggak punya mobil, handphone pun dikasih jatah dari kantor. Yah, orang kan hobinya beda-beda, ada yang doyan shopping, nah kalau saya doyannya jalan-jalan,” ungkap Trinity.

Kalau mendengar cerita para backpacker yang melakukan segala upaya untuk menunjang hobinya berjalan-jalan, apa sebetulnya keuntungan yang diperoleh dari ber-backpacking ria? Jawabannya tak lain, seseorang bisa menikmati sensasi liburan yang berbeda dari gaya berlibur pada umumnya. Bukan sekadar menjadi turis manis yang narsis foto, backpacker biasanya lebih dekat dengan kebebasan menyenangkan diri sendiri. Backpacker mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dijangkau sebelumnya, bergaul, dan mencoba memahami budaya setempat.

“Kita bisa menjadi lebih open-minded dan sabar,” kata Trinity. Sementara bagi Marina, jiwa pun akan bertambah kaya, karena luasnya wawasan akibat bertemu berbagai orang dan peristiwa menarik sepanjang perjalanan. Marina semakin belajar melihat perbedaan, dari mulai budaya hingga agama, dan melihatnya sebagai keberagaman yang indah. “Bahkan, hasil travelling itu tidak akan berakhir. Kalau cocok, bisa berlanjut jejaringnya, mau sekolah bareng, bisnis bareng, pokoknya investasi luar biasa deh,” kata Marina.

Banyak orang berpikir bahwa jalan-jalan harus ke luar negeri. Akan tetapi, bagi Trinity yang sudah pernah menjelajahi 37 negara, negara kita sendiri sangat luas dan juga menarik untuk lebih dikenali. Sebagai ilustrasi, salah satu cerita lucu pernah dialaminya ketika tahun 2001 ikut tur ke Puerto Rico. Ternyata, salah satu obyek wisata di sana adalah melihat pohon pisang, di mana Indonesia yang alamnya kaya raya tentu saja tak akan kalah. “Pemerintah harusnya lebih memerhatikan pariwisata Indonesia, dengan membuat sistem yang terintegrasi dengan obyek wisata dan pemerintah daerah,” kata Trinity.

Jangan buru-buru menuduh traveler yang suka jalan-jalan ke luar negeri, sebagai orang tidak nasionalis. Bagi Adithya, justru selagi usia masih muda dan punya uang, ia memilih jalan-jalan ke luar negeri dulu. “Karena backpacking itu butuh ketahanan fisik yang tinggi, sama saja kayak orang naik haji. Kalau sakit, atau terjadi apa-apa di luar negeri, itu ribet sekali. Kalau jalan-jalan di negeri sendiri, biarpun sudah kakek-kakek, kan tetap bisa didampingi cucu dengan tenang,” kata Adithya, sambil terkekeh. “Backpacker bisa menjembatani berbagai perbedaan. Itu lebih bermanfaat untuk keseluruhan universal planet bumi,” kata Marina.

Jadi, nampaknya sekarang kawan-kawan Kampus tak perlu ragu lagi untuk menabung, benahi tas, dan tentukan tujuan arah petualangan. Jalan-jalan pada akhirnya tidak identik hanya dimiliki kaum mapan dan sekadar hura-hura, karena kita bisa juga belajar banyak hal yang bermakna dari sana. Yuk…berangkat! ***

dewi irma
kampus_pr@yahoo.com

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=43686

43 Tanggapan to “Balada Backpacker (bag 2)”

  1. Artikel yang menarik, ini juga cita2 saya, bisa traveling ke luar negeri. Untuk saat ini rasanya hanya mimpi, terlebih bagi orang Indonesia. Cara mudahnya, boro2 buat traveling antar kota buat makan sehari-hari aja susah. Lagi2 masalahnya adalah kocek. Orang luar negeri bisa dibilang gampang aja cari kerjaan, duit yang dihasilkan juga lebih banyak. Sedangkan kita, kurs rupiah aja kecil nilainya, maka kalo mau ke luar negeri bener2 suatu kebanggaan dan memerlukan usaha yang berat. Tapi karena ini adalah obsesi saya, saya ga bakal patah semangat dan akan berusaha mewujudkannya. Thank’ buat para traveler yang sudah menginspirasi, Trinity, Andrea Hirata, Marina Silvia K., you’re rocks guys…!!!

  2. nur fahmi Says:

    ada info ga kalo mo jalan2 ke korea….
    kira2 total cos dari segi dokumen(paspor=visa=dlll) dan biaya hidup selama qta disana (peninapan+makan+transportasi+dll)

    qu mau tau nh….
    btw nice story….jadi kepengen dh berpetualang ala backpacker jg….
    thanks 4 info

  3. iya dong info biaya ke korea,aku seneng bgt dgn negara itu..
    aku ingin juga keliling eropa dengan harga miring….
    thx ya

  4. Wah sy tertarik sekali soal “backpacker”…pingin bangeeet backpackeran ke luar negeri tapi sayangnya pengetahuan sy “zero” neh soal gimana pergi dengan biaya murah ala backpacker ditambah gak ada temen yg bisa sama2 pergi…

    Temans, kalo ada yg lagi punya rencana backpackeran tolong sy di info ya….mungkin sy mo ikutan he.he.e..

    thanks ya…

  5. Siti, Nur Fahmi….wah sepertinya kita sama2 kepingin jalan2 ala backpackeran :) gimana kl kita gabung yuks….*smiles*

  6. saya pertama backpacking ke luar negeri, Singapore-Malaysia-Thailand waktu semester 2 thn lalu. rasanya emg beda bgt, begitu pulang saya bawa banyak skali cerita, mulai dari hostel yg ‘campur2′ sampai saya yg dikira org asli sana. (muka saya indochina bgt sih).habis,g ad duit bwt oleh2 barang,oleh2 cerita deh. :p
    hal itu msh lumayan br di kampus saya, alhasil satu kampus tau kalo kami jalan2 kere ke thailand. alhamdulillah, menginspirasi anak2 lain utk backpackeran dengan gengnya masing2.
    dan sedihnya, biaya jalan2 saya itu kok ya lbh murah dibandingkan saya ke sulawesi. ya tiket pesawatnya, ya akomodasinya. hik :(

  7. tolong kirimi sy bgmn cara jalan2 k malaysia, s’pore, thailand dg cara backpacker n kira2 habis dana brp?

  8. Wah jadi semangat sekali ingin backpacking, tapi lagi nabung dulu dan belum punya teman. Ayo2 yg mau bareng2!!! pengen banget backpacking ke Vietnam, Cambodia, laos, thailand, myanmar, hmmmm

  9. kereen…sudah lama juga saya punya impian bisa backpacking ke Eropa. Sekarang mewujudkannya

  10. jadi tambah-tambah-tambah-tambah pengin jalan-jalan keliling dunia especially arounding europe.
    Hopefully someday I can go there, amin…
    Thanks buat sharingnya :)

    salam ransel!! ^^

    denisadventura.wordpress.com

  11. pengennn bangettt,,,, indonesia dulu kali yah,,,, ada mw barengangak??

  12. wuiss…. aku pengen bgt travelling keluar negeri khusus nya negara korsel, jepang n china
    bagi temen2 yg jg niat backpaking dg 3 negara tersebut bisa kontak aku ke fb ku chasarangeeunhyuk @yahoo.co.id
    atw email ku syafronaaziza@yahoo.com

  13. aku tertarik bgt ke negara jepang, china n korsel n berniat tuk travelling kesana tahun 2012, bagi temen2 yg jg niat travelling kesana bs barengan perginya , add aja aku ke fb chasarangeeunhyuk@yahoo.co.id
    ditunggu…

  14. enaknya waktu tau baru aja pasti seru n rame

    hotels recomendasi

  15. iya mas, saya setuju. emang backpacking itu adaseninya terendiri. btw, mapir lapak ane ya mas http://adinugroho5.blogspot.com/2011/10/400-ribu-pingin-ke-bali-backpacking-aja.html

  16. Bagaimana awal memulainya?apa dulu yg harus dilakukan biar bisa terwujud keliling ala backpacker?

  17. Saya juga lagi gandrung2nya backpacking-an nih, pertama Oktober kemarin ke Singapore-Malaysia sama kakak, tapi karna kerjaan, terpaksa pulang duluan sementara kakak lanjut ke Thailand. Tips pertama sih, browsing tiket pesawat, cobain Air Asia,,murah meriah,,dan usahain beli ticketnya jauh-jauh hari sebelumnya, kemarin aja saya beli tiket Solo-Kuala Lumpur, buat pergi Juni tahun depan, cuma Rp. @139.000. Yang kedua nyari Host,kita kemarin nemu di couch surfing, jadi pas di Kuala Lumpur kita tinggal disalah satu host yang baik banget, kita di jamu makan and dianter keliling Putra Jaya and Kuala Lumpur. Saat ini saya sedang merencanakan untuk backpackingan dengan rute Malaysia-New Delhi-Lahore (Pakistan),,kalo bisa ngumpulin duwit sih pengennya lanjut Iran trus Saudi Arabia biar bisa Umrah sekalian,hehehhe,, yaah,,,yang penting pengen dulu, kalo kita berkemauan kuat, pasti ada jalan. Btw, ada teman yang punya pengalaman ngurus visa Pakistan dari India ga ya? share dong ke kita,,,matur tengyuuu :)

  18. Taslim Djaman Says:

    Saya ada rencana Liburan Ala Backpaker Ke India dimulai Dari JKT-KL-Kalkuta-New Delhi -Agra-Mumbai-Kochi-Tiruchchirappali(bangalore)-Madras-KL-JKT.Antar Kota Di India Mau Menikmati Naik KA Yang Katanya Sangat Bagus. Ada Yang Bisa Memberi Sy Pencerahan/Infonya atau blog yang dapat sy buka/hubungi.Tks.

  19. GW PENGEN BANGET BACKPACK KE EROPA TP GMN CARA NGURUS VISANYA YA? PLS INFO DONK
    (SHEPHINK82@YAHOO.COM)

  20. backpackeran sendiri sama dg teman2 apa bedanya? enakan yg mana?

  21. nadia ulfa Says:

    saya ada encana mau backpacker ke thailan-laos-vietnam bulan februari.. yang tau rute-rute jalannya dan transportasi yang harganya terjangkau bisa share ke aku ya, soalnya ak lagi bingung banget ni< nyari rute jalannya.. terimakasih

  22. ada rencana ke gili trawangan, bentaaaaaaaaaarr lgi,,,
    ^_^a

  23. Ayuuuuukkkk…..let’s go…….

  24. awallillah dengan bismilah Says:

    pengen bgt tapi uang msh menjadi kendala,,, karna hoby saya juga jalan2 hehe,,,

  25. join dong, gue mau backpacker ! ayoookkk kita gabung!

  26. Wah hebat, jujur saya masih kalah nih. Ada trip ke kalimanjaro ndak? Kalau ada saya mau gabung. Salam travelwien.com

  27. budi handono Says:

    27 sept- 10 okt aku punya rencana jalan ke jerman, plg dari roma, kira2 cukup g waktunya ya, maskapai penerbangan yg aman apa? Trus kl pake klm ktnya bs dapat rute domestik 1 kali slm di sana? Tks infonya ya.

  28. halo salam kenal, mau sharing pengalaman aja, kebetulan sejak diajak sama temen saya backpacking ke Bali 3 taun yang lalu dengan modal uang 2 juta untuk 2 minggu saya mulai ketagihan. abis dari bali itu, saya memutuskan untuk solo-backpacking ke lombok dan gili trawangan. lalu abis itu ke vietnam&singapura. banyak sih temen2 yg ngomentarin gaya berlibur saya “ngirit boleh tapi gak kebangetan juga” saya mah gak penting mewah2 klo liburan yg penting pengalaman apa yg saya dapat dari perjalanan itu. bukannya saya gak mampu juga beli tiket pesawat denpasar-lombok misalnya, tapi klo cuman duduk manis trus sampe gak ada tantangan dan gak ada cerita serunya, justru karna saya memilih untuk ngeteng dengan transportasi darat & laut saya jadi banyak tau banyak hal, dan ada yg bisa saya ceritain ke orang yg mau backpacking kesana juga.

    akhir taun ini saya mau solo backpacking lagi ke hk, macau, shenzen dan kl selama 10 hari. cant wait!! :D

  29. Ivo artisa Says:

    tisuepaseo @ymail.com
    ( salam kenal buat gadis rakus By Ivo artisa )

  30. salam lestari Says:

    Itulah yang slalu mennganjal niat saya untuj backpacker..saya pengennya,,bs puas jalan2,ambil lburan lama..tp saya tetep pnya penghasilan,,dan masa depan mapan,,krn bgaimanapun qt punya tujuan utama kan?jalan2 kan hoby,,apa agan pnya solusi??bagaimana byar tetep bs puas ngbolang,,tp masa dpan gak brantakan,,hehhehe..makasih,,sala$ lestari!!

  31. kalau saya mulai backpackeran itu tahun lalu, mula2 ke singapore dulu yang deket, pake acara late check-in lagi, sendiri (temen2 pulangnya belakangan) trus ke Filipina, Malaysia, Vietnam…maret ini mau ke Thailand…december nanti ke korea…aku share pengalaman di my blog :awonderfulifewithmeandfriends.blogspot.com

  32. yg pgn backpackeran KL-Thai-Vietnam Juni tar, brg yokkk

  33. ジェレミースコットロンシャン2012

  34. Kalo backpackingan lwt jlur kapal lbh hmt g’ ya. Sy kn dr plmbg, dr plmbg ke bngka,btm,mlaysia,dst. Lwt jlur laut hmat g’ ya, aman g’ ya, sush g’ ya? Jwb ya :-)

  35. memang ga ada hubungan antara travel dengan rasa nasionalis..cinta tanah air, tetep…

  36. ahhhhh… jadi kepingin backpakeran lagi nih

  37. waahh inspiratif,,, pengen backpackeran jg, tpi sayang ane cewek, kalo sendirian ga brani :( kalo ada yang mw backpackeran boleh dong ane join… hehe

  38. ini dia cara keliling dunia dengan biaya murah

    http://bit.do/cara-keliling-dunia-dengan-biaya-murah

  39. sist juny..ane jg cewek.. gabung yuk..ane pengen ke pakistan rute dr malaysia via darat bus antar negara

  40. yg ada rencana backpackeran asia, ajak ane donk biar ada tmnnya.. my email yannythea21@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 130 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: